Wednesday, March 31, 2010

Pengumuman Ceramah Palestin di Masjid Sy Ali - Padang Balang


Dr Hafidzi Mohd Noor
PACE

Risalah Mursyid:Kewajiban Kita Menyelamatkan Al-Aqsa dan Mengembalikan Palestin





Risalah dari Dr. Muhammad Badie’, Mursyid Am Ikhwan Muslimin, 18-03-2010

Segala puji hanya milik Allah, selawat dan salam ke atas Rasulullah saw beserta keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya..

Sesungguhnya Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama Umat Islam, masjid suci ketiga dan tempat Isra’ Rasulullah saw. Dari sini tempat baginda Mi’raj (naik) ke langit tertinggi. Palestin adalah peninggalan Nabi Muhammad kepada kita, amanah Umar di dalam tanggungan kita, perjanjian Islam di bahu kita.

Justeru Palestin dan Al-Quds adalah sebahagian dari akidah umat Islam. Pengabaian dalam hal ini bererti pengabaian dalam mendokong kitab Allah, warisan Rasulullah dan para nabi lainnya, tamadun umat dan akidahnya. Melepaskan sebahagian tanahnya kepada Yahudi atau kepada lainnya, atau setidak-tidaknya mengakui hak selain orang Islam ke atasnya, maka hal itu adalah haram sama sekali kerana tanahnya bukan milik individu, kelompok atau negara tertentu setelah Palestin ditakluki oleh kaum muslimin dan Allah menetapkannya untuk kita.

Untuk itu, kewajiban setiap Muslim – sama ada Arab atau selainnya – adalah berjihad dengan kemampuannya untuk membebaskan api penjajahan di sana, merampasnya dari tangan pengganas Yahudi dan mengembalikan kepada rakyatnya yang terusir, dan membebaskan para pejuangnya yang terdiri daripada lelaki dan wanita yang ditahan di penjara Israel. Jika kita tidak melakukannya, maka kaum Muslimin semuanya beroleh dosa dan menanggung kerugian. Bahkan mereka akan mengalami nasib yang sama seperti yang dialami saudara mereka di Palestin.

Tiada Jalan untuk Mengembalikan Hak Kecuali dengan Jihad

Ketahuilah wahai kaum muslimin bahawa jihad adalah kewajiban masa lalu hingga hari kiamat. Jihad adalah puncak kemegahan Islam, tingkatan pertama dalam jihad adalah menolak dalam hati dan tingkatan paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Di antara dua tingkatan terendah dan tertinggi itu adalah jihad lisan, tulisan dan tangan dan menyampaikan kebenaran kepada pemimpin yang kejam. Umat tidak akan hidup, sebuah negara tidak akan bangkit, hak-hak tidak akan terpelihara, tanah, harga diri dan harta tidak akan selamat, kecuali dengan jihad di jalan Allah.

وَجَاهِدُوا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ
Dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad.” (Al-Hajj: 78)
إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah :111)

Jika kamu, dengan keimanan kamu, menjual diri dan harta kamu kepada Allah, maka ketika inilah waktunya untuk mengorbankan dan menyerahkan diri dan harta itu. Maka penuhilah janji Allah, Dia akan memenuhi janji kamu.

Ketahuilah, sesuatu umat yang meninggalkan dan berlepas diri dari melaksanakan jihad maka Allah akan menyiksa dan menghinakannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنْ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ . إِلاَّ تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Hai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah: 38-39)

وعَنْ اِبْن عُمَر قَالَ: سَمِعْت رَسُول اللَّه صلى الله عليه وسلم يَقُول: “إِذَا ضَنَّ النَّاس بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَم، وَتَبَايَعُوا بِالْعِينَةِ، وَاتَّبَعُوا أَذْنَاب الْبَقَر، وَتَرَكُوا الْجِهَاد فِي سَبِيل اللَّه؛ أَنْزَلَ اللَّه بِهِمْ بَلاَء، فَلاَ يَرْفَعهُ عَنْهُمْ حَتَّى يُرَاجِعُوا دِينهمْ”
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia puas dengan dinar dan dirham, mereka berjual dengan inah (hutang), bekerja menggembala sapi, dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan menurunkan bala, maka bala itu tidak akan diangkat dari mereka sampai mereka kembali kepada agama mereka,” (Riwayat Abu Daud dengan sanad shahih).

Wahai umat Islam

Sesungguhnya satu-satunya jalan kita yang dapat menghalang serangan biadap terhadap tanah air kita dan satu-satunya jalan yang dapat mengembalikan harga diri dan kemuliaan kita ialah dengan mengerahkan jiwa, harta, waktu dan hidup, dan segala perkara untuk mencapai tujuan mulia kita, iaitu; menjaga agama, negeri dan mengembalikan hak yang terampas. Itu adalah tujuan yang dilindungi oleh semua agama samawi dan diiktiraf oleh undang-undang dan konvensyen antarabangsa, termasuk resolusi PBB.

Ketahuilah wahai kaum muslimin, sesungguhnya kekuatan yang dikehendaki oleh jihad adalah lahir dari keikhlasan niat kamu, kekuatan iman kamu, keteguhan akhlak kamu, kekuatan kesatuan kamu sebagaimana sebuah bangunan yang kukuh.

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنيَانٌ مَرْصُوصٌ
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (As-Shaf:4)

عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا- وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ
Dari Abu Musa Al-Asyari ra, dari Nabi saw, ia berkata, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya laksana bangunan yang satu bahagian dengan bahagian lainnya saling menguatkan – Rasulullah merangkai jari-jarinya,” (Bukhari)

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” (An-Anfal: 60)

Seorang mukmin dilarang masuk lubang yang sama dua kali

Wahai pemimpin Arab dan negara-negara Islam,

Sesungguhnya seorang mukmin dilarang masuk lubang yang sama dua kali. Namun sayang orang-orang Yahudi dan Amerika menjerumuskan kamu ke dalam lobang yang sama berkali-kali. Kamu tidak mengambil pelajaran dan tidak nampak hakikat mereka yang sebenar. Musuh-musuh telah menipu kamu, sebagaimana mereka menipu orang- orang sebelum kamu. Mereka mengundang kamu makan-makan dan kamu penuhi undangan itu. Padahal mereka melihat itu semua hanya kepura-puraan dan lakonan untuk menutup rancangan jahat mereka. Semakin hari mereka semakin jelas penipuan dan kejahatan mereka, semakin hari mereka berbuat kerusakan dan kekerasan, mengepung dan mengusir sebuah bangsa yang mengalami kepedihan selama satu abad. Bahkan mereka tidak malu memberikan kamu tali untuk menjerat leher saudara-saudara kamu sendiri. Mereka tidak segan-segan memberikan anak panah kepada kamu untuk kalian tusukkan di leher saudara kamu yang sebangsa dan seagama. Lebih dari itu, mereka mendirikan benteng yang melindungi bangsa Yahudi dan menyediakan segala keperluan sebuah kehidupan untuk mereka. Sungguh jijik dosa kamu dan sungguh keji perbuatan kamu.

وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (Yusuf: 21)

Wahai pemimpin dan umat Islam!

Ketahuilah bahawa perdamaian yang musuh kamu inginkan di Timur Tengah adalah agar bangsa Arab menutup mata dari darah saudara mereka yang tertumpah, agar telinga bangsa Arab pekak dari mendengar jeritan para janda dan anak yatim yang memilukan setiap hari, agar bangsa Arab melupakan jutaan pelarian yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar. Perdamaian yang menuntut agar kamu melupakan puluhan ribu tawanan di penjara Israel. Pada waktu yang sama dunia kecoh hanya kerana jeritan seorang anggota tentera Israel Gilad Shalit yang ditawan pejuang Palestin dan seluruh dunia berusaha membebaskannya. Sementara mereka tidak peduli dengan tawanan kita. Tidak ada seorang pun yang beragama Islam dan pemimpin di dunia ini yang berusaha membebaskan tawanan Palestin di penjara Israel. Fatamorgana perdamaian menginginkan kita agar melenyapkan dari harga diri dan kehormatan kita sebagai bangsa yang dirampas sebagian tanah airnya dengan peluru dan api untuk didirikan sebuah negara yang keji di atas jasad-jasad kaum yang tidak bersalah, darah-darah yang mulia dan kehormatan yang dilanggar.

Demi Allah, beritahu saya, apa yang sudah kamu ambil dari perundingan selama 60 tahun? Apakah dengan perundingan dengan negeri-negeri dan pemerintahan yang menjadi mainan boneka Israel dan Amerika itu menyebabkan Israel menghentikan kebiadapan mereka? Bahkan pemimpin boneka ini menangkap semua orang yang ingin menolong saudara mereka di Palestin dan memenjarakan semua yang memberikan bantuan kepada saudara mereka di Palestin. Paling ketara ialah mereka menunjukkan kepada rakyat dan dunia bahawa mereka berusaha mewujudkan rundingan damai tetapi mereka menyekatkan atau menghalang bantuan kemanusiaan kepada al-Aqsa dan Palestin. Apatah lagi mereka langsung tidak membenarkan kami sepertimana orang lain dari negara lain dibenarkan… adakah kami dari dunia lain atau planet lain?!

Wahai pemimpin Arab dan umat Islam!

Cukuplah pengalaman perundingan damai kamu dengan Israel. Ketahuilah bahawa mereka berunding bukan untuk mengembalikan sesuatu yang sudah mereka rampas dan mereka jajah. Tapi itu mereka lakukan agar kamu memberikan cop resmi bahawa mereka berhak atas sebahagian yang mereka rampas dari kamu. Setelah itu mereka akan meneruskan tindakan pembunuhan itu. Sampai mereka boleh mendirikan negara mereka dari sungai Nil hingga sungai Furat. Resolusi PBB mengakui Israel sebagai sebuah negara adalah resolusi dari pertubuhan yang tidak mempunyai hak untuk memberikan sesuatu kepada Israel. Itu adalah keputusan yang jahat dan zalim, tidak benar dan tidak adil. Palestin adalah milik bangsa Arab dan umat Islam. Mereka sudah mengorbankan jiwa yang berharga, darah yang suci, dan dengan izin Allah ia akan tetap menjadi milik bangsa Arab dan umat Islam. Tiada satupun yang boleh mencabutnya, mengoyakkannya atau menanggalkannya daripada milik Arab dan Islam.

Wahai umat Islam!

Sesungguhnya sebagai umat Islam kewajiban kita terhadap Palestin adalah suatu kewajipan yang besar dan peranan kita begitu penting dalam membantu mereka.

  1. Kewajiban pertama kita adalah mengikhlaskan niat kita, memperbaharui iman kita, mengikatkan diri kita kepada Allah, meminta pertolongan kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya di setiap amal dan jihad serta pengorbanan kita, kemudian meyakini bahwa jihad adalah puncak dari ketinggian Islam dan di sanalah harga diri dan kemuliaan kita.
  2. Setiap keluarga muslim mesti menanamkan dalam hatinya dan hati anak-anaknya bahawa Palestin adalah masalah utamanya, cita-citanya yang terbesar dan sibuk kerananya. Ibubapa perlu mengajarkan anak-anaknya tentang Palestin, mereka harus dididik sejak dalam kandungan cinta kepada Allah, Rasul-Nya, cinta jihad di jalan Allah. Mengajarkan kepada mereka bahawa cinta kepada Palestin dan masjid Al-Aqsa adalah sebahagian daripada iman. Mereka mesti diajarkan bahawa tidak ada persamaan antara jihad dan keganasan. Jihad adalah pengorbanan untuk mengembalikan hak yang dirampas, membela kehormatan dan mengusir penjajah sehingga kalimah Allah menjadi yang tertinggi. Mereka mesti diajarkan bahawa keganasan adalah penjajahan terhadap negeri orang lain, merampas kekayaan alam negeri lain, mengusir warganya yang jujur, mengalirkan darah orang-orang yang tidak bersalah, wanita dan anak-anak di negeri mereka.
  3. Setiap muslim lelaki dan perempuan membantu dan mendukung bangsa yang terkepung dengan segala kemampuan. Dulu IM melaungkan slogan “10 sen untuk Palestin”. Hari ini setiap muslim mesti mengasingkan sebahagian hartanya untuk membantu saudara mereka di Palestin yang terkepung. Tetapi sekarang dengan slogan “Satu dollar untuk Palestin” setiap bulan paling minima, tetapi kalau lebih maka Allah akan melebihkan lagi rezekinya. Mestilah melatih anak-anak untuk mengasingkan wang sakunya untuk membantu kanak-kanak dan anak yatim Palestin yang terusir.
  4. Barangsiapa yang tidak mampu berjihad dengan harta maka kewajipannya adalah dengan memenuhi hatinya dengan cinta kepada para mujahidin, cinta melihat keadilan kepada sebuah bangsa, kewajipan menolong mereka, mendorong manusia untuk berinfak demi mereka, bangun dengan berdoa di tengah malam dengan hati yang pedih dan terluka agar Allah mengangkat penderitaan mereka dan menolong mereka. Sebab panah di tengah malam sangat tepat dan tidak akan tersasar.
لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلا عَلَى الْمَرْضَى وَلا عَلَى الَّذِينَ لا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (At-Taubah: 91)

5. Turut serta dalam media massa dan akitiviti yang mendukung bangsa Palestin yang terjajah dan mereka yang mempertahankan masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainnya.

6.Menghubungi saudara-saudara kita di Palestin dengan telefon atau melalui laman web (seperti twitter atau facebook) untuk menyokong mereka dan memberikan segala dukungan yang diperlukan untuk menghadapi musuh sambil tidak lupa untuk mendoakan mereka.


Wahai ulama umat dan pimpinannya

Sesungguhnya menjaga Al-Aqsa dan mengembalikan Palestin tergantung di tengkuk kamu. Ia menjadi wajib fardu ain ke atas kamu. Kamu adalah pembawa risalah. Justeru kewajipan paling besar kamu adalah menjelaskan kepada umat soal peranan mereka dalam mempertahankan Palestin, mengembalikan masjid Al-Aqsa dari tangan Yahudi dan membebaskannya daripada cengkaman mereka.

Dulu ulamak Al-Azhar jika menyampaikan satu kata kebenaran maka seluruh penjuru dunia akan menyambutnya. Jika menyerukan jihad maka orang Islam yang dekat dan jauh, di barat dan di timur akan menyambutnya. Kerana itu, dulu orang-orang Perancis mengatakan bahawa pertempuran tidak akan padam kecuali dengan menghabiskan Al-Azhar, maka mereka memasuki kampus itu dengan kuda-kuda mereka dan melakukan kerusakan. Namun ketika ketua tentera Perancis dibunuh, mereka menjadi kocar-kacir dan menanggung kekalahan.
Sesungguhnya kewajipan kamu adalah bekerja untuk menegakkan neraca keadilan, memperbaiki urusan manusia, menolong yang tertindas, menyuarakan tentangan terhadap pendokong kezaliman siapapun jua dan sebesar mana kekuasannya.

Sabda nabi saw:
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان أو أمير جائر
Dari Abu Said Al-Khudri dari Nabi saw beliau bersabda, “Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kata-kata kebenaran di depan penguasa atau pemimpin yang zalim,” (Abu Daud).

وعن جابر رضي الله عنه: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب، ورجل قام إلى إمام جائر فأمره ونهاه فقتله
Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Mutalib dan seorang laki-laki yang bangkit di hadapan pemimpin yang zalim untuk amar makruf nahi munkar, maka ia dibunuh oleh pemimpin itu,” (Ibnu Majah dengan sanad Shahih).

Wahai pemimpin organisasi di dalam masyarakat,

Sebuah negeri adalah hak semua. Semua negeri yang dimasuki oleh Islam adalah negeri Islam. Palestin dan Al-Aqsa adalah amanah yang terbeban di pundak kita semua. Justeru semua pihak wajib berusaha mempertahankannya sesuai dengan tugas dan jawatannya.

Benarlah apa yang disebutkan dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar ra, ia berkata; saya mendengar Rasulullah bersabda,
: “كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهْوَ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا مَسْئولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ- قَالَ وَحَسِبْتُ أَنْ قَدْ قَالَ- وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي مَالِ أَبِيهِ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ مَسْئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggungjawab atas yang dipimpinnya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya dan ia bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya.” Abdullah bin Umar mengatakan; saya kira beliau juga mengatakan, “Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap harta orang tuanya dan bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya.” (Bukhari Muslim).

Guru di kampus dan sekolah, usahawan, ahli parlimen, akhbar, media elektronik, radio semuanya dituntut untuk membela Palestin dan warganya. Menyedarkan semua golongan masyarakat tentang kewajipan mereka terhadap Palestin, membongkar rencana-rencana jahat Israel dan Amerika. Menyampaikan nasihat dan seruan ikhlas kepada pemimpin, pembesar dan raja agar semua bangkit menjalankan tanggungjawab ini. Semua pihak dituntut memikul tugas sesuai dengan bidang dan kuasa mereka.

Sungguh pelik dunia kini!! Ketika patung Buddha (di Afghanistan) dihancurkan dunia bangkit, semua pemimpin, raja-raja, golongan intelek dan semua media massa mengecam tindakan itu. Namun ketika masjid Ibrahim dan masjid Bilal dicantum sebagai warisan yahudi, Al-Aqsa dirobohkan secara perlahan-lahan dengan cara menggali terowong di bawahnya, Al-Quds di yahudisasikan dan diubah sejarahnya, semuanya diam membisu ketakutan, tidak terdengar satu suara sedangkan jenayah yang besar berlaku di depan mata.

Wahai pendokong kemerdekaan dan pendokong kemuliaan,

Kini tibalah masanya para pendokong kemerdekaan dan kebenaran dari semua agama dan di seluruh dunia untuk berkata dengan satu kata kebenaran dan menuntut agar hak yang dirampas mesti dikembalikan kepada pemiliknya.

Kini tibalah masanya kamu mendeklarasikan secara terang bahawa tiada keamanan bagi anak-anak kita dan keturunan kita selama masih ada sebuah bangsa yang diusir dari negerinya dan ada bangsa lain dari negeri lain menjajahnya, selama masih ada bangsa yang dihalang dari tempat sucinya dan ada bangsa lainnya menghancurkan dan merusakkan masjid-masjid dan tempat suci.

Kita tibalah masanya para pendokong kemerdekaan dan kebenaran, wahai kaum muslimin, wahai bangsa Arab setelah seabad berlalu, hentikan air mata anak-anak yatim serta janda, bebaskan para tahanan Palestin, kembalikan hak yang dirampas kepada pemiliknya, kembalikan warga terusir dan pelarian ke negeri mereka, potong kuku-kuku dan taring panjang Israel sehingga dunia menjadi aman dan stabil serta manusia hidup dengan bahagia dan sejahtera.
Wahai keluarga kami di Palestin

Allah pasti akan mengukuhkan kaki-kaki kamu, mengikat hati kamu, melimpahkan kebaikan dan kekayannya, diturunkan tentera Allah dan kamu pasti akan ditolong. Kami bersama kamu dengan apa jua yang kami miliki, kami tidak akan sekali-kali membiarkan kamu bersendirian meskipun memerlukan pelbagai bentuk pengorbanan dan perjuangan.

﴿وَلا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ . وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.”

Artikel asal: http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=61972&SecID=213

Tuesday, March 30, 2010

Ceramah Kesedaran Palestin di Masjid As-Sobirin, Jln Permata, Melawati pada 27 Mac 2010

Hadirin yang hadir mengikuti kuliah Palestin
di Masjid as-Sobirin, Jln Permata, AU5/2c
Melawati

Jualan buku selepas program.
Anakanda Qayyim sama membantu

Penyerahan sumbangan dari Kariah semasa ceramah
dan kutipan dari dua solat jumaat
(berjumlah RM3183.91)
Salam ,

Kunjungan para hadirin & hadirat pada malam sabtu 27 Mac 2010 ke masjid
As-Sobirin AU -5C Taman Permata Hulu Kelang adalah merupakan kunjungan
menggerakkan semangat jihad menentang kemelut yang melanda Bumi Suci
Al-Quds di Palestin.Tajuk ceramah "Menghayati Visi Rasulullah SAW
untuk Membebaskan Palestin " merupakan satu visi penting kepada
seluruh umat.

Kejadian pengepongan serta menyekat kemasukan umat Islam ke
persekitaran Masjid suci Al-Aqsa bukanlah sesuatu yang baru , malah
ianya telah berlangsung berpuluh tahun dahulu, namun peristiwa terkini
yang menyaksikan kebiadaban mereka amat ketara sejak akhir
ini.Hakikat ini disampaikan secara terperinci oleh Pengarah PACE,
Prof.Madya Hj.Dr.Hafidzi Mohd Noor. Beliau kali ini mennyampaikan
ceramah dengan penuh fakta serta bersemangat setelah sekian lama tidak
turun padang atas sebab kesihatan. Segala faktor keberkatan &
linkungan Barakah ,Baitul Maqdis diperincikan kepada para hadirin &
hadirat. Terpegun dengan fakta ini ramai yang diperhatikan
mengangukkan kepala .Antara yang hadir ramai juga kelihatan mengambil
nota tentang fakta-fakta yang disampaikan.

Pengarah PACE juga memperjelaskan beberapa hakikat yang amat
menyedihkan umat, panggilan untuk memboikot beberapa jenama produk
yang menyokong serta bersekongkol dengan negara haram Israel turut
tidak mendapat perhatian umat.Beliau menyatakan kekesalan ini kerana
sikap umat yang tidak prihatin lantas membeli sahaja produk tersebut
yang tambah beliau akan mengguatkan keteguhan ekonomi negara Israel
yang tidak henti melakukan jenayah keatas umat Islam di Palestin.
Seruan memboikot produk ini telah menular kebeberapa negara seluruh
dunia termasuk Britain & Amerika Syarikat sendiri,ianya mendadat
sokongan negara-negara seluruh dunia & kesan penurunan ekonomi ini
dirasai oleh pihak Israel.

Pendekatan yang digunakan oleh para sahabat serta pejuang -pejuang
Islam terdahulu sentiasa menjadi pegangan & landasan bagi perjuangan
ini.Rasulullah saw semasa hayat baginda sering menyeru umat agar
bangkit membela kedaulatan bumi Al-Quds., ujar beliau kepada
pengunjung pada malam tersebut.

Alhamdulillah para pengunjung yang terdiri dari pelbagai lapisan
masyarakat amat prihatin & mendengar dengan penuh konsentrasi.

Setelah ceramah selesai, Prof.Madya Hj.Dr.Hafidzi Mohd Noor di
serahkan sumbangan jamaah Masjid As-Sobirin dengan kutipan berjumlah
RM 3,183.91 dalam upacara ringkas malam itu.

Jualan buku-buku & barangan Palestin juga turut mendapat sambutan para hadirin.

Majlis berakhir dengan sedikit jamuan makan oleh pihak Masjid.

PACE menyatakan ucapan syukur serta berterima kasih dengan AJK Masjid
As-Sobirin, Tn.Hj.Zaid Johan serta AJK yang lain.atas undangan &
peluang yang diberikan.

sekian yang melapurkan .
Noorazian Anidin
Felo kanan PACE.

Monday, March 29, 2010

PACE condemns the demolition threats on Masjid Salman Al-Farisi by the Zionist thugs


Assalamualaikum,

PACE Malaysia expresses shock and disbelief at the recent announcement by the Zionist Occupying authority in the West Bank to demolish Salman Al-Farisi mosque in Burin, Nablus. The announcement came in the wake of the inauguration of the Hurva temple and the threat on al-Aqsa mosque in East Jerusalem by the Zionist which constitutes yet another affront to muslims all over the world.

PACE belief that these threats are not isolated but part of the sinister plan of judification of the occupied West Bank and East Jarusalem in particular, the centre of reverence for all the three religions, Islam, Christianity and Judaism. This should also be viewed in the light of the declaration endorsed by Netanyahu of the Ibrahimi mosque in Hebron and Bilal mosque as part of the jewish heritage. With Tel Aviv's insistence to resume the construction of an additional 1,600 apartment units for jewish settlers in East Jerusalem, these developments should be taken together as a deliberate attempt to frustrate the efforts of finding a peaceful solution to the Palestinian-Israeli conflict.

PACE would like to remind the international community that Israel's blatant disregard of Islamic heritage and places of worship has been going on unchecked eversince the early days of occupation. When the Zionist invaded East Jerusalem in 1967, in the most despicable act they desecrated the al-Aqsa mosque and violated the sanctity of the third holiest mosque in Islam. Moshe Dayan, the archetect of the six day war of 1967 however returned the holy sanctuary (Haram as-Syarif) back to the Islamic Waqf (endowment) perhaps realizing that the League of Nations have verified that the western wall (Buraq's wall) is part of the Islamic heritage in 1929. Nevertheless they renamed it as 'the Kottel' and reveres it as 'The Wailing wall', falsely believing that it was the remnant of the second temple razed to the ground by the Romans in 70 AD. Recently Israeli academics have proven that the Wailing wall was no remnant of the second temple nor not even the first temple the jews were aspiring to revive and rebuild on the foundation of Haram as-Syarif (the al-Aqsa mosque). They have argued and left not a shadow of doubt that the temple was originally located in Gihon Spring, half a kilometre from the al-Aqsa mosque. These claims were made by Dr Erneast Martin, an expert on the history of Jerusalem which substantiated an earlier claims made by Prof Benjamin Mazar, the forner president of the Hebrew University in Jerusalem.

In 1969, An Australian Jew, Denis Michael Rohan torched the al-Aqsa mosque, an act that was linked to the instigation by jewish extremists vowing that works on the construction of the temple over the ruins of Al-Aqsa mosque shall begun in earnest on 21st August 1969. The one thousand year old Salahuddin's pulpit was completely destroyed in the arson. Denis was deported to Australia on the ground that he is insane! In 1994, in reminiscence to but with far tragic consequence to the al-Aqsa arson attack, Dr Baruch Goldstein, a jew stormed the Ibrahimi mosque in Hebron and sprayed a congregation of early morning (dawn) prayers with a hail of bullets, killing 29 and injuring 125 others. Goldstein was overpowered and beaten to death. Yet he was venerated as a saint and his tomb became a centre of pilgrimage. He has done a great service by doing the bidding of the zionist to take over the Ibrahimi mosque. Failing to fullfill the aspiration of Goldstein, Netanyahu unashamedly declares the mosque of the patriach (Abraham Peace be Upon him) as a jewish heritage. The city of Hebron itself has been endowed to a companion of the prophet Muhammad (Peace and Blessings be upon him). The companion is Tamim bin Aws al-Dari, the first citizen of Aelia (Jerusalem) to embrace Islam. During the British mandated rule of Palestine (1917 - 1948), Thomas Haycraft, the British chief justice has decreed that the endowment is valid (29 January 1927). Tamim bin Aws was buried in Bayt Jibrin, a few kilometres to the north of Hebron, a village that was completely destroyed by the zionist in the 1948 war, it's people were driven out and the only building left standing is a mosque, now in ruins.

These sad episodes are the background to the recent and on-going defacement of religious sanctuaries of the Islamic and Christian faith in Palestine. We urge the zionist regime to cease such barbaric acts, ascribed to the uncivilized days of the old and demand the pepertrators be taken to task.

PACE Malaysia echoes the call by Ghassan Douhlas, the spokeperson for the muslim community of Burin for the muslims all over the world to stand firm with the Palestinians and the residents of Burin, Nablus in defending Salman al-Farisi Mosque. Today they are keeping watch over of the mosque around the clock. Let us pray that Allah SWT give them strength and grant them victory in the face of every adversity. PACE Malaysia also calls for leaders of the muslim countries to express deep concern of this development and rise to the occasion in defense of Islam.

Dr Hafidzi Mohd Noor
Director
PACE

Sunday, March 28, 2010

Majlis Pelancaran Buku-buku JIMedia dan Diskusi bedah buku Palestine - Oppression Unrivalled' tulisan Dr Hafidzi Mohd Noor di KLIBF 2010

Pengunjung pesat buku KLIBF 2010
mula membanjiri tempat duduk di ruang pentas utama untuk
mengikuti majlis pelancaran buku JIMedia

Dr Har yang merasmikan Majlis pelancaran
dan diskusi bedah buku PACE: Palestine-Oppression Unrivalled'

Penulis-penulis buku bergambar bersama
(Dr Harlina, Dr Hafidzi, Pak Utih, Cikgu Azmi dan Cikgu Ruzain)

Bergambar bersama bunting
(Hj Riduan, Pak Utih, HMN, Cikgu Azmi dan Cikgu Ruzain)

Diskusi Bedah Buku

Making a point - "Buang sticker McD pada
windshield tuan-puan..!!

Kumpulan Nasyid DAE'I
menyerikan dan menggamatkan dewan
dengan nasyid perjuangan

Assalamualaikum,

Semalam 28 Mac 2010 telah berlangsung pelancaran tiga buah buku yang diterbitkan oleh JIMedia dan PACE. Pelancaran buku tersebut berlangsung dari pukul 1 hingga 2 tengah hari di pentas Utama ruang legar di mana berlangsungnya pesta buku KLIBF di PWTC. Tiga buah buku tersebut ialah buku yang ditulis oleh Ahmad Shafi'ai Uda Jaafar (Pak Utih) iaitu 'Suami Memimpin dan Isteri Mengurus', buku yang ditulis oleh Cikgu Ruzain Syukur Mansor dan Cikgu Mohamad Azmi Che Musa berjudul 'Tips Urus Kelab Remaja Masjid' dan buku 'Palestine - Opression Unrivalled' oleh Dr Hafidzi Mohd Noor. Pengerusi Majlis pelancaran buku ialah Hj Riduan Harun felo kanan PACE dan aktivis AQSA SYARIF. Prof Madya Dr Harlina Halizah Hj Siraj, Naib Presiden JIM telah sudi menyempurnakan perasmian pelancaran dan Majlis bedah buku Palestine - Opression Unrivalled'. Ini diikuti dengan diskusi Bedah Buku oleh penulis selama 30 minit dan di serikan di akhir majlis dengan dendangan nasyid dari kumpulan DAI'E. Mereka telah menyampaikan 3 buah nasyid dengan penuh semangat. Yang paling menggemakan suasana ialah nasyid 'Ruhul Jadid'. Alhamdulillah ramai pengunjung berkumpul di ruang legar mengikuti majlis pelancaran JIMedia dan menghayati pesan-pesan yang terkandung dalam diskusi bedah buku terhadap tuntutan perjuangan pembebasan al-Aqsa. Penulis sempat memperkenalkan juga AQSA SYARIF dan penglibatannya bersama PACE dalam program boikot barangan Israel di Pasar Tani Shah Alam yang berlangsung pada sebealh apginya. Syukur ke hadrat ilahi atas peluang amal yang diberikan untuk menyemarakkan jihad di bumi al-Quds.

Dr Hafidzi Mohd Noor

Saturday, March 27, 2010

Percutian keluarga di PD 1

Lembaran al-Ma'thurat

Membaca doa Rabithah - semuga kami semua
tetap di atas jalan da'wah mu ya Allah

Tu nak terkam abi dia lah tu.. he..he
Umi dan abang Qayyim

Family self potrait

Abi dan umi 1

Abi dan umi 2
Assalamualaikum,

Ramainya pengunjung di Port Dickson sempena cuti sekolah yang lepas. Tapi Alhamdulillah dapat juga kami ketenangan membaca al-Ma'thurat selepas subuh di pinggir Pantai Port Dickson yang bening di awal pagi. Pergi cari makan pun di luar bandar PD di mana orang tidak ramai. Tapi harganya tetap 'cut throat'.

Keluarga Dr Hafidzi/Pn Zuraidah
anak-anak
Mohd Qayyim
Muhammad Mawardi
Amin Husaini

Percutian Keluarga di PD - Muzium angkatan Tentera

Odi 'menembak' dari benteng sand bags

posing di Caribou

Amin dekat sick bay Komunis dlm hutan


di depan tugu angkatan tentera

posing di atas motor army zaman dulu

Model kem komunis


Japanese antiaircraft

Engine Skyhawk (macam enjin F5E yang kena curi tu..)

Lt Adnan Saidi yang gugur di Bukit Candu
Pasir Panjang, Singapura (14 Feb 1942)

Odi dan kereta perisai dulu

Amin dan Jet pejuang Skyhawk (kalau ikut anthrophometry - ukuran limbs
berbanding badan boleh ke jadi pilot ni? kakinya panjang..)



Muzium Angkatan Tentera Port Dickson


Assalamualaikum,

Kami sempat ke muzium Angkatan tentera Port Dickson masa anak-anak cuti hari tu. Bagus untuk menghayati sejarah pertahanan Tanah Air. Di antara exhibit yang menarik ialah model kubu bawah tanah gerila Komunis. Semuga senangat cintakan tanah air 'hubbul watan' subur dalam jiwa kita sehingga kita tidak teragak-agak mempertahankan tanah air dari yang merupakan sebahagian dari tuntutan keimanan. Cinta pada tanah air adalah sebahagian dari iman.

Keluarga Dr Hafidzi

Friday, March 26, 2010

Risalah Mursyid: Palestin Akan Tetap Kekal Selama Dunia Masih Ada


Risalah dari Dr. Muhammad Badie’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin

Segala puji bagi Allah, selawat dan salam ditujukan kepada Rasulullah saw dan para pengikutnya… Al-Quds merupakan taman yang harum semerbak, lokasi yang senantiasa melemparkan senyuman, malamnya dipenuhi dengan selawat dan munajat, dan siangnya dipenuhi perjuangan dan aktiviti-aktiviti dakwah.

Sejarah Al-Quds adalah sejarah risalah dan perjuangan para rasul, yang diterima dari satu nabi kepada nabi yang lain dan satu dari satu risalah ke risalah yang lain hingga yang terakhir risalah nabi Muhammad saw yang diterima daripada seluruh nabi pada puncak pertemuan di langit yang penuh keberkatan.
Di hadapan pintu-pintunya gugur syahid para pejuang dan pahlawan dan di sekelilingnya melahirkan para pejuang yang beriman. Di hadapan pintunya sentiasa berlaku pertarungan sengit yang berpanjangan antara kebenaran dan kebatilan yang kadang-kadang kebatilan menang pada awal pertarungan namun pada akhirnya kebenaran akan memenangi dalam pertarungan ini.

Ketetapan (Tsawabit) yang tidak boleh diubah;

  • Palestin dan Al-Quds merupakan sebahagian dari aqidah umat Islam, kerana itu mengambil mudah isu keduanya bererti mengambil mudah ke atas kitab Allah, peradaban ummah dan keimanannya.
  • Masalah Palestin merupakan amanah yang tergantung di tengkuk setiap muslim, dan menolongnya adalah wajib dan mempertahankannnya adalah suatu kefarduan, sementara mengambil mudah terhadapnya adalah suatu jenayah dan kesalahan.
  • Bekerjasama dengan Zionis dan orang-orang yang bersekutu dengan mereka serta berurusan dengan mereka, bererti memerangi Allah, agama dan umat Islam, berdasarkan firman Allah:فَلْيَحْذَرْ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ “ Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. (An-Nuur:63)
  • Jihad untuk mengembalikan bumi Palestin dan Al-Aqsa adalah wajib fardu ain ke atas setiap muslim, semua dituntut untuk mempertahankan, menjaga tempat-tempat suci dan melindunginya, kerana al-Aqsa merupakan qiblat pertama, Tanah Haram ketiga dalam Islam dan tempat persinggahan dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi saw.

Ucapan terima kasih yang ditolak dan pengabaian hak Palestin yang menjijikan

Sesungguhnya di antara rencana jahat dunia ke atas seseorang ialah seperti yang berlaku pada tarikh 3 Mac yang lalu. Iaitu seperti yang dilakukan Netanyahu, Perdana Menteri Zionis dengan menyatakan rasa terima kasih kepada para pemimpin Arab di atas sikap mereka yang baik?! Begitu juga Hillary Clinton yang menyatakan rasa terima kasihnya terhadap pendirian Arab yang ‘berani’. Beliau gembira setelah melihat sikap berdiam, membiarkan dan keengganan mereka daripada mengecam atau menentang keputusan penyatuan masjid Ibrahimi di Khalil dan masjid Bilal di Beitlehem kepada Israel yang jelas melakukan banyak perlanggaran terhadap hak-hak asasi dan undang-undang antarabangsa.

Inilah yang terjadi di Tebing Barat di bawah pengawasan dan pendengaran pihak berkuasa Palestin di Ramallah, yang diiringi usaha yang keras sebagai persiapan untuk membangun Haekal Sulaiman di atas tapak Masjid Al-Aqsa seperti yang dilakukan pada tarikh 15 Mac yang lalu sebagai isyarat permulaan “Agenda pembangunan Haekal”.


Al-Aqsa; Allah yang melindunginya dan tangan-tangan ini yang menjadi taruhannya


Zionis selalu bercita-cita mewujudkan identitinya setiap kali mendapat kesempatan untuk merealisasi idea pembinaan Haekal di atas keruntuhan Masjid Al-Aqsa.

Di sebalik penyembelihan yang berlaku di sekitar Masjid Al-Aqsa (8/10/1990 ) muncul arkeologi Zionis “Joseph Sierg” di TV Perancis dengan mengatakan: “Israel dalam waktu terdekat akan segera memulakan pembinaaan Haekal ketiga di atas runtuhan Masjid Al-Aqsa yang mampu dilakukan dengan menggunakan teknologi moden”. Selang beberapa hari pada bulan November Yitzak Shamir Perdana Menteri Israel ketika itu, memberi reaksi ke atas tindakan penyembelihan itu beliau mengumumkan: “Inilah masanya untuk memanjangkan sempadan Israel dari laut Merah hingga ke sungai Furat “.


Pada September 1991 akhbar Hahdashout melaporkan bahawa gerakan pemimpin Gunung Haekal telah melakukan peletakkan batu asas – yang beratnya 6 tan yang dibungkus dengan bendera Israel – ke tempatnya yang terletak di atas tanah suci.


Tidak hairan … Siapakah yang paling menepati janji, ancaman dan ketentuannya dari Allah SWT kerana Allah SWT telah berfirman:
إِنَّ اللهَ يُدَافِعُ عَنْ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ . أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ. الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلاَّ أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ وَلَوْلا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللهِ كَثِيرًا وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali kerana mereka berkata: “Tuhan Kami hanyalah Allah”. dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:38-40)

Ke manakah Shamir pergi? Pergi ke neraka Jahim, memperolehi berbagai laknat, sementara para pemimpin Haekal senyap sunyi dan tidak mampu mencapai misi mereka.

Kita telah menyaksikan dengan mata kepala kita pada akhir-akhir ini bagaimana lelaki dan wanita serta para pemuda dari anak-anak Palestin dengan gagah berani menghadang tentera bersenjata dengan dada yang terbuka sebagai benteng dan tangan-tangan mereka yang kosong dari senjata, kecuali senjata iman, aqidah dan gigih dalam berjihad dan mengimpikan syahid. Benarlah firman Allah yang menggambarkan tentang mereka:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمْ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ . فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنْ اللهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللهِ وَاللهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar”. (Ali Imran:173-174)


Dan benarlah sabda Rasulullah saw ketika menyampaikan perwatakan umatnya, sabda baginda:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى أَبْوَابِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ Umatku akan tetap tegak dalam memegang kebenaran, berjuang di pintu-pintu baitul Maqdis, tidak takut dan gentar terhadap celaan orang-orang yang mencela mereka, sehingga datang keputusan Allah sementara jiwa mereka tetap demikian”. (Muslim)

Ketika Ariel Sharon terpilih sebagai Perdana Menteri beliau mengumumkan pendiriannya yang bertekad menghancurkan Intifadah dalam tempoh seratus hari. Namun Intifadhah masih tetap ada dan kekal bahkan bertambah kuat hari demi hari, malahan memberikan tentangan sengit kepada pasukan keselamatan Israel hingga mengembalikan keyakinan kepada keupayaan umat untuk mendapatkan haknya dan melawan musuh Yahudi perampas. Dan menegaskan kepada para pemimpin yang angkuh bahawa cita-cita besar mereka mustahil dapat dicapai. Ke manakah perginya Sharon? Sampai sekarang dirinya masih terlantar dalam keadaan koma antara hidup dan mati. Beliau tidak mengetahui keputusan Allah untuk merealisasikan janji dan ancaman Allah terhadapnya.

Arab menyediakan perlindungan untuk Zionis

Pada hakikatnya yang dituntut pada Arab adalah menghentikan berbagai perancangan menyahudikan Al-Quds, penghancuran Masjid Al-Aqsa, perampasan masjid Haram Al-Ibrahim dan masjid Bilal, perampasan dan penghancuran Baitul Maqdis dan melupakan keganasan ke atas Gaza dan berbagai kehancuran dan perobohan yang menimpa mereka sedangkan mereka masih tetap sabar dan teguh berada dalam keadaan dikepung dan kelaparan.

Ternyata berlaku peristiwa yang menghinakan di dalam Liga Arab kerana menyediakan perlindungan dan laluan dengan memberikan kuasa sebagai presiden kepada Mahmud Abbas untuk berunding dengan regim Zionis selama empat bulan!
- Seseorang akan kehairanan dan bertanya-tanya; sejak bilakah Arab menimbang-nimbang keputusannya dalam jangka waktu berbulan-bulan?! - Sejak bilakah Mahmud Abbas memerlukan izin dari Arab sedangkan dialah yang memberikan izin kepada Israel secara sendirinya ketika Persidangan Oslo untuk memutuskan keluar daripada delegasi Madrid dari Arab Bersatu?!

- Kenapakah ada perlindungan Arab ini?!

- Mengapa saat menjelang sidang puncak Tripoli?!
- Mengapa di tengah kebencian Eropah akibat dari pemalsuan Israel ke atas pasport enam negara?!
- Mengapa setelah sidang puncak Assad – Ahmadinejad?!!
- Mengapa dan dalam masa yang sama meruntuhkan rumah-rumah penduduk Al-Quds?!!

- Mengapa dan dalam masa yang sama melakukan pengawasan ke atas pembinaan penempatan baru Israel di Tebing Barat?!


Demikianlah kami melihat bahawa ‘jubah’ Liga Arab longgar dan luas, melindungi Netanyahu dari darah Mabhouh, memberikan kehangatan dari udara dingin yang melanda negara-negara Eropah di mana warga Israel menggunakan pasport dengan gambar secara haram dalam misi melakukan pembunuhan ke atas anggota Pergerakan HAMAS di Dubai dan menyembunyikan inisiatif Arab terhadap kerja terkutuk itu. Orang yang menikam dada Mabhouh adalah warga Israel dan Amerika sehingga sukar memberkas pembunuhnya pada sidang Tripoli yang akan datang .… Namun ingatlah Israel sering mengalami berbagai isyarat penghalang dari satu warga Arab…


Dalam menghadapi tentangan

  • Kita adalah umat yang agung, keasliannya terserlah semasa berada dalam penderitaan dan kesukaran. Justeru umat mestilah melakukan strategi jangka panjang yang bersumber dari pegangan umat dan identitinya. صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَShibghah Allah dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah”. (Al-Baqarah:138)
  • Bahawa kesatuan umat, kesatuan amal Islami, kesatuan kepemimpinan dan kesatuan manhaj merupakan dharurah syar’iyyah (keperluan syarak) dan penting dalam menghadapi tentangan.
  • Kita harus mengamalkan perintah Allah sebagaimana firman-Nya:وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambah untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Al-Anfal:60)
Sekalipun kecanggihan yang dimiliki Israel pada hakikatnya akan menemui kehancuran

Sekalipun Israel memiliki gudang senjata nuklear, meskipun Amerika mendukung sepenuhnya, meskipun Arab melakukan pakatan bersamanya, tidak akan sama sekali memberikan keamanan dan ketenangan ke atas wilayah kita yang terjajah kepada mereka, itu hanya untuk sementara waktu namun mereka akan hancur dalam waktu terdekat, bukti-buktinya sangat banyak:
-

Allah telah menyampaikan berita kepada kita dalam surat Al-Isra’ bahawa zionis akan berada dalam kesombongan sebanyak dua kali .. dan pada saat ini kita sedang menghadapi kesombongan yang kedua kalinya dan untuk kali yang terakhir ini Allah akan menghancurkan mereka dan memberi mereka dengan azab yang buruk; sebagai ganjaran di atas kesombongan mereka di hadapan Allah, dan penghinaan mereka terhadap tanah haram dan tempat-tempat suci. Allah berfirman:
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al-Isra:7)

Dan sesuai dengan sunnatullah dalam silih berganti zaman, akan terjadi kehancuran suatu bangsa disebabkan oleh kezaliman, kekejaman dan penindasan. Allah berfirman:
فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُواْ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَMaka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Al-An’am:45) وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِم مَّوْعِدًا Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka”. (Al-Kahfi:59)

- Bahawa Israel sentiasa menanggung kekalahan dan pengunduran tentera setelah mengalaminya secara berturut-turut, dimulai dari kekalahan dari perang 1973, pada Intifadah pertama tahun 1987, pengunduran tentera dari Lebanon Selatan, Intifadah kedua tahun 2000, dan yang terakhir kalah dalam peperangan melawan Hizbullah di Lebanon serta pengunduran yang memalukan dari Semenanjung Gaza tanpa mencapai matlamat yang diinginkan.


- Terjadinya perubahan demografi yang berpihak pada penduduk Arab atau apa yang mereka sebut “bom biologi”, yang memberikan kelebihan kadar kelahiran warga Palestina dan Zionis dengan nisbah 7: 1.

Sementara itu regim Zionis menyeru untuk mengisytiharkan nama “negara Yahudi” sebagai pelaksanaan awal pengusiran warga Arab dan menutup pintu hak pengembalian wilayah seperti tahun 1948.


- Rasulullah saw telah menyampaikan berita gembira bahawa –yang senantiasa memberikan harapan kepada kita- akan terjadinya pertempuran yang menentukan antara Yahudi dan umat Islam yang mana kemenangan akan dikecapi oleh Islam dan umat Islam. Nabi saw bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ Tidak akan terjadi kiamat sampai umat Islam berperang dengan Yahudi, kemudian umat akan memerangi mereka, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon tersebut berkata: “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada orang Yahudi dibelakang saya, kemarilah dan bunuhlah, kecuali pohon gorqod; Karena ia merupakan pohon Yahudi”. (Muslim)

Dari sini kami sampaikan… bahawa Israel pasti akan hancur sedangkan Masjid Al-Aqsa pasti akan tetap berdiri dan tegak selama dunia masih ada. Allah berfirman:
فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الأَمْثَالَ Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan”. (Ar-Ra’d:17)

Artikel Asal: http://www.ikhwanonline.com/Article.asp?ArtID=61633&SecID=213

Baitul Maqdis ibu negara bersama?

Assalamualaikum,

Berikut ialah rencana yang pernah keluar dalam Utusan Malaysia pada 16 Januari 2010. Rencana ini menyentuh tentang kedudukan Baitul Maqdis sebagai ibu negara yang dituntut oleh Palestin dan Israel yang kini kembali mencetuskan pergolakan.

Dr Hafidzi Mohd Noor

ARKIB : 16/01/2010Baitulmaqdis ibu negara bersama?

Oleh MOHD. KHUZAIRI ISMAILrencana@utusan.com.my

Baitulmaqdis merupakan kota suci ketiga bagi umat Islam. Kota yang dikenali sebagai al-Quds itu mempunyai perkaitan yang terlalu rapat dengan Islam. Ia menjadi kiblat pertama umat Islam dan merupakan tanah yang diturunkan ramai para Nabi sebagai utusan. Kerana itu, adalah sesuatu yang sangat menyedihkan untuk menyaksikan kota suci umat Islam itu kini jatuh ke tangan rejim zionis. Namun, perlu diakui kota itu juga dianggap sebagai kota suci bagi penganut agama Kristian dan Yahudi. Kerana itu jugalah, kota itu merekodkan sejarah persengketaan antara agama yang panjang termasuklah sehingga ke abad ini.

Konflik Asia Barat itu bermula apabila Israel menyerang Palestin dan menawan Baitulmaqdis pada perang 1967 dan memulakan proses pengyahudian sejak itu. Ini termasuklah merampas tanah rakyat Palestin di kota tersebut terutama di kota lama yang menempatkan Masjid al-Aqsa.

Israel juga merobohkan rumah-rumah orang Arab, membatalkan status pemastautin penduduk Arab di Baitulmaqdis dan membina penempatan Yahudi. Bangsa Arab yang asalnya merupakan 96 peratus daripada penduduk Baitulmaqdis kini hanya tinggal sekitar 30 peratus akibat usaha sistematik Israel mengubah landskap penduduk kota tersebut.

Kini tembok pemisah dibina dari utara ke selatan Tebing Barat untuk memisahkan penduduk Palestin dari penempatan Yahudi di wilayah yang diduduki. Panjang tembok tersebut sudah menjangkau 800 kilometer. Tembok pemisah itu di bina jauh ke dalam wilayah Tebing Barat dan menyebabkan Baitulmaqdis terpisah dari Tebing Barat.

Situasi ini memang dirancang supaya jika negara Palestin yang terdiri dari Tebing Barat menjadi kenyataan sekalipun, Baitulmaqdis berada di jajahan takluk Israel kerana kedudukannya di sebelah barat tembok pemisah berkenaan. Dalam erti kata lain, sekali pun rakyat Palestin bermandi darah mempertahankan kota suci itu, harapan untuk mendapatkan semula Baitulmaqdis adalah terlalu sukar.

Kerana itu apabila ada usaha supaya Palestin dan Israel menerima Baitulmaqdis sebagai ibu negara bersama bagi merungkai konflik enam dekad di Asia Barat, ia tidak boleh secara terus diangkat sebagai satu penyelesaian yang berat sebelah. Sebaliknya ia wajar diperhalusi dan disokong sekiranya ia menuju kepada perdamaian yang abadi di bumi Palestin.

Kita mungkin boleh berkata bahawa biar bermandi darah sekali pun, Baitulmaqdis perlu dipertahankan daripada jatuh ke tangan agama lain. Tetapi dalam peperangan mempertahankan kota suci itu, pejuang sebenarnya ialah rakyat Palestin. Nyawa rakyat Palestin yang menjadi pertaruhan dan kita hanya mampu memandang dari jauh.

Adakah berbaloi rakyat Palestin terus dikorbankan semata-mata untuk mempertahankan kota suci itu dan melindungi Baitulmaqdis untuk umat Islam keseluruhannya? Hakikatnya cadangan untuk menjadikan Baitulmaqdis sebagai ibu kota bersama bukanlah baru.

Ia beberapa kali disuarakan di peringkat antarabangsa, namun tiada sokongan yang kuat kerana Israel enggan menerimanya. Bagi Israel, perkongsian Baitulmaqdis itu akan menafikan hak pendudukan mereka ke atas Baitulmaqdis sejak 1967.

Apa yang disebutkan sebagai ibu negara bersama itu juga sebenarnya tidak jauh berbeza daripada cadangan pembahagian negara antara Israel dan Palestin. Cadangan ini juga sudah lama dibangkitkan sebagai salah satu penyelesaian kepada konflik di Asia Barat.

Palestin dilihat boleh bertoleransi dengan cadangan itu, tetapi Israel menolak kerana tidak mahu ada penganut agama lain di negara itu selain Yahudi. Kerana itu juga, Israel sekali lagi menolak keras usul yang diputuskan dalam pertemuan antara Menteri Luar Kesatuan Eropah (EU) yang berlangsung di Brussel, akhir Disember lalu.

Bagi pemerhati Asia Barat, Dr. Hafidzi Mohd. Noor, ini sebenarnya mengulangi komitmen serupa yang pernah beberapa kali disuarakan oleh masyarakat antarabangsa. Menurut Pengarah Pusat Kecemerlangan Palestin (Pace) itu, bekas Presiden Amerika Syarikat (AS), Bill Clinton pernah mencadangkan agar negara Palestin diwujudkan melalui pendekatan land swap iaitu pertukaran wilayah di antara Israel dan Palestin sebanyak dua hingga lima peratus.

Jika pemimpin Palestin ketika itu, Yasser Arafat bersetuju dengan formula tersebut maka Tebing Barat akan diserahkan sepenuhnya kepada Palestin. Namun bila diteliti kawasan land swap itu, pertukaran wilayah tersebut termasuk Baitulmaqdis.

Dalam erti kata yang lain Baitulmaqdis perlu diserahkan sepenuhnya kepada Israel sebagai syarat kemerdekaan Palestin. Sudah semestinya, ia bukanlah cadangan yang adil lalu terhenti setakat itu.
Hafidzi menambah, pernah juga dicadangkan agar kedaulatan Baitulmaqdis dibahagi dua iaitu kedaulatan sebelah permukaan dan kedaulatan sebelah dasar (surface sovereignty dan deeper sovereignty).
Palestin diserahkan kedaulatan permukaan sedang Israel mendapat kedaulatan sebelah dasar. "Ini sebenarnya merujuk kepada pembahagian Masjid al-Aqsa. Bangunan-bangunan yang berada di bahagian permukaan masjid diletakkan di bawah mandat Palestin sedangkan apa yang ada di bawahnya merupakan mandat Israel. Ini bermakna jika bangunan-bangunan di sebelah atas hapus atau diruntuhkan maka yang tinggal hanya kedaulatan Israel," ujar Hafidzi.

Dengan fakta-fakta ini sebagai latar belakang, cadangan untuk menamakan Baitulmaqdis sebagai ibu negara bersama hampir mustahil untuk menjadi kenyataan.

Proses pengyahudian terus berjalan sehingga penduduk Arab dan Islam menjadi golongan minoriti di sana.
Polisi membatalkan status pemastautin penduduk Arab dan pengusiran mereka terus dipertingkatkan. Pergerakan penduduk Arab juga amat terbatas di Baitulmaqdis, bahkan mereka yang berumur 50 tahun ke atas sahaja yang dibenarkan mengunjungi Masjid al-Aqsa.

Kewujudan tembok pemisah kini meletakkan Baitulmaqdis terpisah dari Tebing Barat. Jika negara Palestin diisytiharkan, bererti ibu negaranya berada di luar batas sempadan antarabangsa.

Bagaimanapun Hafidzi mengakui, bukanlah suatu yang mustahil untuk menamakan Baitulmaqdis sebagai ibu negara bersama, sekurang-kurangnya ia boleh dilaksanakan sebagai jalan keluar sementara sehingga penyelesaian kekal dipersetujui.

Namun pengisytiharan ibu negara bersama ini mesti mengambil kira senario semasa. Jika Israel masih meneruskan projek rampasan tanah penduduk Arab dan menjalankan polisi mengyahudikan Baitulmaqdis, maka ibu negara bersama itu hanyalah satu pengisytiharan kosong untuk mengaburi masyarakat antarabangsa.

Israel wajib mengambil inisiatif untuk mengembalikan status asal Baitulmaqdis dan mengembalikan hak penduduk Arab di kota tersebut. Akhirnya jika rakyat Palestin bersetuju menamakan Baitulmaqdis sebagai ibu negara bersama, ini juga sudah merupakan satu konsesi yang cukup besar dari Palestin.
Ini kerana tambah Hafidzi, jika dirujuk kepada resolusi-resolusi PBB seperti 242 dan 338, adalah jelas Baitulmaqdis merupakan kedaulatan penuh Palestin.

"Pendudukan Israel ke atas Baitulmaqdis adalah tidak sah dan mereka wajib berundur dari Tebing Barat dan Baitulmaqdis timur, kembali ke garisan hijau seperti sebelum tahun 1967," katanya.

Thursday, March 25, 2010

Jom ke Pasar Tani Shah Alam Sabtu 28 Mac 2010 (8 pagi - 1 t.hari)


Jom! ke Pasar Tani Shah Alam
Sabtu , 28 Mac 2010 (8.00pg-1.00tgh)

Viva Palestina Malaysia sekali lagi akan turun padang...kami akan
mengadakan kempen boikot Israel “Walkabout” di Pasar Tani Shah Alam.

Jualan kali ini,akan memaparkan Tshirt boikot Israel & Free Gaza ,
skaf Palestin & topi.

Rebutlah peluang untuk mendapatkan belon Boikot Israel yang terhad ini
dari Badut VPM sendiri secara percuma.Jangan lepaskan peluang ini
bawalah anak-anak anda bersama.Membeli belah barangan tempatan dengan
suatu tujuan yang murni.

Datanglah beramai-ramai mengunjungi Pasar Tani Shah Alam pada hujung
minggu ini. Jumpa disana!.

Untuk maklumat lanjut sila hubungi Azian 012 211 5749 atau Jemaimah
013 231 4596.

Viva Palestina Malaysia

Lokasi: Pasar Tani Shah Alam(Bazarena) terletak di Seksyen 13, Shah Alam
berhampiran dengan Stadium tertutup Malawati.

Jom ke Pasar Tani Shah Alam
Sunday 28th March
8am - 1 pm

Viva Palestina Malaysia is going to the grassroots folks. Our Boycott
Israel walkabout takes us to Shah Alam Pasar Tani.
On sale will be our Boycott Israel and Free Gaza t shirts, Palestinian
scarfs & caps. Grab limited edition of Boycott Israel balloons while
available from VPM's very own clown. So don't leave those children at
home. Bring them along for some fun with a cause.

Come do your weekly shopping at Shah Alam Pasar Tani this Sunday. See you there.

For more info contact Azian at 012 211 5749 or Jemaimah at 013 231 4596

Shah Alam Pasar Tani (Bazarena) is located at Seksyen 13, Shah Alam
Close to Stadium Melawati Shah Alam.

Salam,

Inilah masanya untuk menyumbang, kami menggalakkan yang ingin
menyumbang makanan local secara percuma PIZZA ,BURGER, ROTI ,KEK dll.
boleh ke Pasar Tani buat sedikit sumbangan barangan makanan percuma &
taburkan flyers antum serta bantu kami distribute belon2 Boikot Israel
secara percuma kepada pengunjung. Jika berminat untuk tempahan hubungi
: Noorazian 012 2115759. boleh menyumbang dgn
memakai T-Shirt boikot yang dijual ditapak pasar tani dgn harga yang
murah.Bawa anak2 ,sahabat & hebahkan kepada rakan2 antum..insyaAllah
kita jumpa disana.

PACE adalah ahli gabungan VPM

Dr Hafidzi MN

Ulasan PACE: Netanyahu mengumumkan lebih banyak penempatan Yahudi akan dibina di Baitul Maqdis timur

Assalamualaikum,

Pertemuan empat mata di antara Presiden Barrack Obama dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu masih meninggalkan pelbagai persoalan. Namun yang pasti Netanyahu telah membuat pengumuman yang mungkin memperdalam 'perselisihan' di antara Amerika dan Israel, negara yang sering dipertahankan dan dilindungi oleh kuasa besar itu.

Pengumuman yang dibuat oleh Netanyahu adalah menyangkut tentang dasar Tel Aviv dalam projek pembinaan penempatan Yahudi di negara Palestin yang terjajah iaitu di Tebing Barat dan Baitul Maqdis timur. Dalam suasana tegang berikutan keganasan polis Israel di persekitaran Masjid al-Aqsa dan pembinaan semula kuil Hurva yang telah roboh berhampiran Masjid al-Aqsa, pengumuman Netanyahu meruncingkan lagi keadaan. Tanpa menghiraukan pandangan masyarakat antarabangsa bahkan mengenepikan 'nasihat' Amerika Syarikt, Netanyahu mengumumkan akan terus menambah penempatan Yahudi di Baitul maqdis timur. Tindakan ini dilihat sengaja untuk menggagalkan proses rundingan damai dengan pihak berkuasa Palestin yang seringkali gagal akibat dari kedegilan Tel Aviv untuk meneruskan pembangunan penempatan Yahudi di negara Palestin yang terjajah.

Netanyahu seterusnya mendakwa orang-orang Yahudi sudah mewarisi Baitul Maqdis semenjak 3,000 tahun yang lalu, menjustifikasikan pembinaan penempatan kekal untuk penduduk Yahudi di sana.

Di dalam menilai dakwaan Netanyahu kita akan ketepikan sentimen-sentimen yang dianggap menyebelahi mana-mana agama termasuklah agama Islam. Kita ambil pendekatan ini untuk mengelak dakwaan pihak lain bahawa umat Islam bias dan cenderung untuk membuiat tafsiran sendiri berdasarkan prinsip agama mereka. Dengan itu persoalan ini akan dilihat dari sudut yang boleh dinilai oleh sesiapa jua samada dia beragama Islam, kristian, Yahudi bahkan jika dia seorang yang tidak beragama sekalipun. Penilaian yang akan digunakan ialah neraca keadilan dan hakikat sejarah.

Dari sudut keadilan yang boleh diukur dengan perundangan, jelas dakwaan Netanyahu tidak punya sebarang 'locus standi'. Ini adalah kerana baitul Maqdis timur dan Tebing Barat adalah wilayah yang diduduki (terjajah). Status wilayah ini sebagai negara Palestin yang terjajah adalah berdasarkan peruntukan Resolusi PBB 242 yang diterima dan diputuskan oleh Majlis Keselamatan PBB pada tahun 1967 sejurus selepas Israel menceroboh dan menduduki Baitul Maqdis Timur, Tebng Barat, Semenanjung Gaza, Tanah Tinggi Golan dan Semenanjung Sinai. Resolusi 242 menetapkan Israel wajib berundur dari wilayah yang ditawan dan kembali ke sempadan sebelum Jun 1967. Sempadan ini yang diberi jolokan garisan hijau (green line) diputuskan dalam Perjanjian penamatan perang Rhodes pada tahun 1949 selepas perang arab-Israel yang pertama. Garisan hijau ini adalah sempadan entiti Israel dan negara Palestin yang tinggal selepas pelan pembahagian PBB 1947 iaitu berdasarkan Resolusi 181 (1947) dan ditambah dengan wilayah yang dirampas Israel pada perang 1948. Sempadan ini meletakkan israel berbatasan dengan Baitul Maqdis Timur dan Tebimng Barat yang diperakui sebagai negara Palestin.

Ini bermakna pendudukan Israel ke atas Tebing Barat dan Baitul Maqdis timur adalah haram dan tidak diperakui oleh Badan dunia PBB. Dalam ertikata lain Israel telah melanggar ketetapan PBB dan boleh dikenakan tindakan yang biasa bagi mana-mana negara yang melanggar ketetapan PBB iaitu samada dikenakan sekatan ekonomi atau tindakan ketenteraan. Berdasarkan kepada realiti perundangan antarabangsa Israel sudah jelas melanggar undang-undang. Bermakna dakwaan Netanyahu bahawa Israel berhak ke atas Baitul Maqdis timur adalah dakwaan yang menyalahi undang-undang antarabangsa dan piagam PBB. Apapun tafsiran sejarah yang hendak dikaitkan dengan kewujudan bangsa Yahudi di Baitul Maqdis tidak boleh dijadikan hujah untuk menyokong atau mengabsahkan dakwaan Netanyahu.

Baiklah sekiranya mereka menggunakan alasan sejarah, maka kita akan menilai sejarah pula secara objektif berdasarkan kebenaran sejarah semata-mata tanpa ada sebarang kepentingan puak, bangsa atau agama tertentu. Palestin dan baitul Maqdis khususnya sudah wujud sebagai pusat tamaddun tertua di dunia. jauh sebelum kehadiran Nabi Ibrahim AS yang sama-sama diperakui oleh umat Islam, Kristian dan Yahudi sampai ke Baitul Maqdis (atau Urshalem - nama lamanya), sudah ada penduduk asal dari keturunan Kanaan. Mereka inilah nenek moyang penduduk bumiputera palestin pada hari ini. Di samping mereka disertai pula oleh kaum Filistin dan juga Phonecean dari pulau-pulau yang berselerak di laut Aegean dan Mediterranean. Mereka telah membina penempatan tidak kurang dari 10,000 tahun yang silam. Kemudian datang pula kaum-kaum yang mempunyai gagasan imperialisme seperti Assiria dan Babilonia yang datang melakukan pembantaian dan perhambaan ke atas penduduk Baitul Maqdis. Ini bererti kaum Yahudi yang dikaitkan sebagai keturunan Nabi Yaakub (atau Israel) adalah kaum pendatang. Mereka telah berjaya memakmurkan bumi Baitul Maqdis di bawah kepimpinan beberapa orang Nabi seperti Nabi Daud dan Sulaiman AS. Namun mereka juga seperti umat yang terdahulu melakukan pelbagai kezaliman dan kerosakan sehingga mereka dihancurkan oleh musuh sebanyak dua kali dalam sejarah - bahkan peristiwa kehancuran ini disebut di dalam al-Quran dan kitab perjanjian baru (Bible) serta disahkan oleh fakta sejarah. Apabila berlaku kehancuran kedua di tangan empayar Rum, orang yahudi tidak dibenrakan menetap di Baitul maqdis selama lebih kurang 700 tahun. Senario ini berubah apabila Baitul Maqdis di ambil alih oleh kerajaan islam di bawah pimpinan Khalifah Umar al-Khattab. Umar telah mengistiharkan kota Baitul maqdis sebagai kota terbuka yang mana setiap jiwa akan dijamin keselamatannya tanpa mengira bangsa dan agama. tempat-tempat ibadah dijamin keselamatan oleh pihak pemerintah/khalifah. Inilah yang dinamakan al-Uhda al-Ummuriyah (Dekalarsai Keamanan Umar). Senario ini berterusan sehingglah pecahnya Perang salib 400 tahun kemudian. Sebagaimana yang disaksikan oleh sejarah tentera salib telah membunuh umat Islam, yahudi dan juga Kristian unitarian (yang memperakui Tuhan yang satu). Keadaan kembali aman setelah salahuddin mengambil alih Baitul Maqdis dari tentera salib. baitul maqdis sekali lagi menjadi kota keamaan terbuka dan bebas diziarahi oleh sesiapa. Begitulah keadaan terus berlangsung sehingga berdiri pula entiti haram israel pada tahun 1948. Kini sekali lagi penduduk Arab yang beragama Islam dan Kristian menjadi mangsa keganasan dan cauvinis yahudi zionis.

Apa yang dapat disimpulkan dari kebenaran sejarah ialah Baitul maqdis bukan milik ekskulif mana-mana bangsa atau agama. Ia telah diistiharkan sebagai kota keamanan dan terbuka kepada semua pemeluk agama. apakah alasan yang hendak digunakan untuk mewajarakan orang Yahudi mendakwa Baitul maqdis milik eksklusif mereka sahaja.

Dari dua sudut pandang iaitu perundangan dan kebenaran sejarah apa yang boleh disimpulkan ialah tel Aviv membina penempatan haram di atas tanah/wilayah yang diduduki secara haram. Dengan sendirinya dakwaan Netanyahu dapat ditolak dan diketepikan begitu sahaja. Ia tidak dapat dipertahankan dalam mana-mana mahkamah keadilan. Tidak ada mana-mana peguam yang sanggup mewakili Netanyahu untuk mempertahankan pendiriannya. Kesnya telah diputuskan tanpa mahkamah perlu bersidang.

Apakah hasrat yang terselit dari 'kedegilan' israel untuk meneruskan pembinaan penempatan Yahudi. Tidak syak lagi bahawa ia adalah sebahagian dari perancangan untuk mengyahuidkan baitul maqdis. Mereka telah membatalkan status permastuatinan ramai penduduk Baitul Maqdis, merampas tanah mereka, merobohkan rumah mereka dan memagari kediaman mereka dengan tembok-tembok tinggi. Kemudian mereka bina pula kuil Hurva yang tidak jauh dari Masjid al-Aqsa. Semua ini adalah sebahagian dari perlaksanaan strategi untuk merampas masjid al-Aqsa dan meronohkannya untuk pembinaan kuil atau haikal Sulaman.

Dalam membicarakan tentang tuntutan Yahudi ke atas Masjid al-Aqsa yang mereka dakwa didirikan di atas tapak asal rumah ibadat mereka (haikal) ada suatu perkembangan yang menarik. Golongan akademik yahudi di universiti-universiti di Israel telah memutuskan berdasarkan penyelidikan mereka, 'temple' atau kuil yahudi yang dimusnahkan oleh tentera Rum kali kedua pada 70 S.M (Sebelum Masehi) sebenarnya terletak kira-kira 500 m ke tenggara Masjid al-Aqsa. Bahkan tembok tangisan (sebenarnay tembok ini dinamakan tembok Buraq sempena Isra' Mikraj rasulullah SAW) bukan sebahagian tembok kuil kedua yahudi yang dimusnahkan oleh Rum. Di antara golongan akademik yang menolak Masjid al-Aqsa dibina di atas tapak kuil yahudi ialah Dr Earnest Martin. Berdasarkan kehadiran mata air yang mengalir yang merupakan sebahagian dari keperluan kuil yahudi tidak dapat dikesan di perkarangan masjid al-Aqsa tetapi beberapa ratus meter ke selatan masjid iaitu di Gihon Spring. Pandangan Dr Earnest Martin ini menguatkan lagi tesis Dr benjamin Mazar, mantan Presiden Universiti Hebrew yang melakukan kerja-kerja penggalian di sekitar masjid al-Aqsa dan di bawahnya, bahawa tidak ada tanda-tanda yang menyerupai kuil yahudi di sana.

Kesimpulannya ialah golongan pelampau yahudi zionis hanya menggunakan alasan-alasan agama yang palsu untuk meneruskan agenda pendudukan israel ke atas bumi Israel. Oleh itu adalah amat penting bagi semua pihak untuk menyedari fakta dan hakikat sebenar tentang Baitul Maqdis supaya tidak terpedaya dengan alasan-alasan yang diadakan-adakan untuk menutup segala pembohongan zionis Israel

Dr Hafidzi Mohd Noor
Pengarah PACE
 

Lambaian-Islah. Powered By Blogger © 2009 Bombeli | Theme Design: ooruc